Asal Usul Bendesa Tangkas Kori Agung Gerih

PEMADEG KI GUSTI GDE BENDESA GERIH

NAMA, SEBUTAN DAN JABATAN WARGA BENDESA GERIH

Adapun masalah sebutan dan nama warga Bendesa Gerih, kadang-kadang menimbulkan banyak permasalahan maka perlu kiranya diberikan beberapa penjelasan agar Warga Bendesa Gerih dimanapun berada memiliki satu pengertian yang utuh dan seragam. Nama ini muncul pada saat Warga bertanya kepada “Paranormal”. Ada nama yang pas menurut mereka, ada pula yang samar-samar, serta ada yang baru ditelinga mereka. Sedangkan nama yang di “wariskan” oleh para leluhur mereka “beda” dengan sebutan sekarang. Sehingga para sentana menjadi bingung. Banyak yang datang ke Prajuru Warga Pusat. Tak sedikit yang menterjemahkan pindah ke Warga lain. Dan akhirnya “kesakitan”, gering lalu meninggal. Ke “balian” (paranormal) lagi, dan mendapat “pewuwus” Bendesa Tangkas Kori Agung Gerih. Barulah mereka menemukan setelah “kejadian” serupa.

Adapun Sebutan yang sering “muncul” tidak pas benar, untuk hal tersebut dipaparkan beberapa “nama” sebagai berikut:

a. MENESHA GERIH
Nama Warga ini sering dipakai oleh Warga di Era Tahun Empat Puluhan. Nama ini cukup termasyur ketika itu di masyarakat Bali. Ketika itu para Pengelingsir Warga mencari istilah yang sebenarnya. Pada tanggal 21 Pebruari 1954 mengadakan konsultasi dengan Pengelingsir Warga Tangkas di Klungkung. Beliau adalah Jro Nyoman Likub. Dapat penjelasan bahwa Menesha Gerih adalah keturunan langsung dari sira pakulun Pangeran Sukahet keturunan Pangeran Tangkas dengan I Gusti Ayu Manik Mas. I Gusti Ayu Manik Mas salah seoarang putri dari keturunan Puri dari Bebandem Karangasem (Permaisuri kesayangan dari Ida Dalem Sagening). Tepatnya Putri dari Puri Sukahet (Buletin dari Gedong Kertya Tahun 1951, Babad Bendesa Gerih) Dan Babad I Gusti Ngurah Mambal di Jro Ngurah Sibangkaja)

b. BENDESA TANGKAS KORI AGUNG
Setelah mendapat penjelasan dari Jro Nyoman Likub, maka Pengelingsir Warga yang terdiri dari : (1) I Gde Tunas, (2) I Gde Tangkas , (3) I Made Mawa, atas petunjuk Jro agar menanyakan langsung ke Puri Agung Klungkung. Maka bertiga tangkil ke Puri yang diantar langsung oleh Jro 4 Mei 1954. Dan mendapat penjelasan dari Puri. Bahwa keturunan Pengeran Tangkas yang ke Badung (Gerih), adalah putra yang berasal dari bobot Dalem yang diberikan kepada Pangeran Tangkas, yang diberi nama ketika dibesarkan di Puri Pangeran Sukahet. Pangeran Sukahet inilah yang ke Badung (Gerih) bersama I Gusti Ngurah Mambal. Penjelasan Beliau Anak Agung Gede Agung ketika itu, keturunan Pangeran Sukahet inilah yang disebut Bendesa Tangkas Kori Agung yang berpusat di Gerih. Bendesa artinya “bandadesa”(desaningdesa, Bendesa Gerih), Tangkas mengambil garis keturunan Tangkas karena dibesarkan oleh Pangeran Tangkas, Kori Agung artinya “kawori” (berasal dari warih Puri anake Agung). Menurut Beliau keturunan Pangeran Sukahet mengambil garis keturunan “Bendesa Tangkas Kori Agung” karena berpusat di Gerih maka lengkapnya “Bendesa Tangkas Kori Agung Pusat Gerih” dan seterusnya di samping sebutan “Bendesa Gerih” mengingat tugas beliau sebagai Regend di Tegal Lumbung, Sisilah Ki Gusti Gede Bendesa yang diterbitkan di Leiden diberikan Oleh Guru Besar Robert Howard ,Universitas Belgia).

c. Bendesa Manik Mas di Gerih
Berdasarkan Prasasti Bendesa Tangkas Kori Agung, koleksi Lembaga Penelitian Bahasa Singaraja (Ibid,Ip.26), …”bahwa keturunan I Gusti Ayu Manik Mas bersabda kepada putranya Ki Pangeran Sukahet, ketika panit kepada beliau akan mengemban tugas ke tepi siring kerajaan Klungkung, beliau berpesan “Uduh anak mami kita, tan pepada olas arepkuring sira, nging tan napa, apan pakon nira Sang Amawang rat, wenang ta sira megawe preker sining gumi. Maka pala anemu kasubagian ta muang keturunan ta kawekas-wekas. Mapan mangkana maka palining dadi. Kewala ana piteketku lawan kita, yen ana keturunanta ta kayan kawekas-wekas apanga nganggo aran Bendesa Manik Mas. Mapan ibu ingaran Manik Mas, apang prasida nglun, anglelingin se preti santanan ri wus amoring sadioh…” (Ibid,LP.26) Berdasarkan kutipan di atas selain nama keturunan di atas agar memakai tereh, Bendesa Manik Mas. Hal ini sering terjadi ketika warga “nunas bawaos di Baspipis” muncul nama keturunan ini. Sehingga para preti sentanan Bendesa Gerih pindah ke Bendesa Manik Mas Gianyar. Apa yang terjadi kemudian, mereka datang lagi karena kesakitan setelah 3 samapi 5 tahun berada “disitu”.

Demikianlah sekelumit tulisan ini ditujukan kepada para Preti Sentana Sira Ki Gusti Gde Bendesa, yang berpusat di Gerih. Sekarang ini Warga Bendesa Gerih = Bendesa Tangkas Kori Agung Pusat Gerih = Bendesa Manik Mas di Gerih berjumlah 2500 KK, dan tersebar di seluruh pelosok desa di Bali.

Sebagai keturunan Tangkas maka Pedarman warga Bendesa Gerih berpusat di:

  1. Pura Agung Batu Madeg
  2. Pura Pedarman Arya Kanuruhan, Komplek Pura Besakih

28 Responses to Asal Usul Bendesa Tangkas Kori Agung Gerih

  1. maderimanta says:

    Suksma ping banget informasi niki sebagai warga bendesa gerih, mau tanya pura agung batu madeg dimana?

    • hyangsari says:

      Kalau dari Pura Penataran Agung, Pura Batu Madeg dapat dicapai dengan berjalan kaki ke utara disebelah Barat Suci dan kemudian membelok sedikit ke Barat.

      Pura ini cukup luas di mana di dalamnya banyak terdapat palinggih-palinggih dan meru. Palinggih pokok adalah stana Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Hyang Wisnu berupa meru tumpang 11. Upakara Yadnya atau Pangaci di pura Batu Madeg terdiri dari piodalan pada hari Soma Umanis Tolu, Ngusabha Warigadian pada hari penanggal 5 sasih kelima dan Benaung Bayu pada hari tilem sasih kelima.

      Palinggih-palinggih di Pura Batu Madeg antara lain:

      Bebaturan tempat memuja Bhatara Gajah Waktera. Di masa-masa yang lalu yaitu pada waktu perjuangan merebut kemerdekaan, konon para pejuang banyak yang bersemadhi di palinggih ini.
      Bebaturan linggih Bhatara Batudinding.
      Gedong Palinggih Bhatara Pujungsari.
      Meru tumpang 11 Palinggih Bhatara Manik Bungkah.
      Meru tumpang 11 Palinggih Bhatara Bagus Babotoh.
      Meru tumpang 11 Palinggih Bhatara Sakti Batu Madeg (Hyang Wisnu).
      Bebaturan Palinggih I Ratu Kelabangapit, tempat masyarakat memohon keselamatan bila akan membuat empelan (bendungan besar) dan memohon agar sawah-sawahnya tidak mengalami kekurangan air.
      Meru tumpang 9 Palinggih Bhatara Manik Buncing.
      Meru tumpang 9 Palinggih Bhatara Manik Angkeran yang dimuliakan oleh para prati sentananya dan sekarang dikenal dengan sebutan Pinatih, Sulang dan Wayabya, di samping oleh Masyarakat umat Hindu umumnya.
      Bale Tegeh Palinggih Lingga.
      Bale Pesamuhan Agung tempat pemujaan umum ke hadapan Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagi Hyang Wisnu.
      Bebaturan Pelinggih Bhatara Sanghyang Batur.
      Gedong Palinggih Sanghyang Kumpi Batur.
      Enam buah Bale Pelik diantaranya terdapat tempat pemujaan pada Dukuh Suladri di Bale Pelik bagian Timur.
      Bangunan-Bangunan Bale Pegat, Bale Gong, Bale Pewedaan, dan Candi bentar.

      Bila terdapat karya-karya agung di pura Besakih demikian pula pengaci di pura Batu madeg, maka semua palinggih-palinggih yang terdapat di Pura ini dihias dengan pengangge-pengangge Palinggih seperti ider-ider, Lelontek, Pedapa dan lain-lainnya dengan warna serba hitam.

  2. i wayan swastika says:

    okey,……….dalam beberapa poin penyampaian diatas ada disebutkan ngurah mambal, selaku apa bliau dsana dalan hijrahnya ke penepi wilayah klungkung tsb

    • hyangsari says:

      Menurut sumber yang kami kutip I Gusti Ngurah Mambal bersama Pangeran
      Sukahet inilah yang ke Badung (Gerih) dan mendirikan Bendesa Tangkas
      Kori Agung Gerih, jadi Gusti Ngurah Mambal ini berperan selaku
      pendamping dan pendiri Pura bersama pangeran. Namun ini menurut
      pustaka yang kami baca, jika ada masukan yang mungkin belum kami
      ketahui mohon info dan bantuannya. Susma …..

  3. i wayan swastika says:

    bagaimana dengan berbagai argumen dlm berbagai tingkat intlek di lingkungan keluarga kita mari secara aspiratif realitas pula ki menyamakan persepsi mencari formula untuk mensiasati berbagai kelemahan serta kekurangan yg kita miliki untuk tercapainya jagad dlm arti dan scup kecil di keluarga kita hingga ke tingkat yg lbih luas

    • hyangsari says:

      Suksma niki Pak Wayan Swastika, mau berkomen di blog ini, sugguhpun bamyak argumen yang ada, baik di lingkungan keluarga ataupun masyarakat sekitar kita yang tentunya berbeda (namanya juga argumen), tetapi itu bukan menjadi penghambat ataupun membuat segala sesuatu pengertian menjadi kerdil tetapi malah adanya sharing pendapat yang harus kita kaji dan cermati sehingga mampu menyempurnakan pendapat atau argumen mejadi satu kesatuan utuh yang gamblang dan mampu di terima banyak pihak. Mohon masukan yang sebanyak-banyaknya, ampura yadiastun wenten iwang antuk titiang mawicara.

      • Cai.Ketut says:

        Hanya sekedar sharing,tiang Warga Bendesa Gerih….Tgl.16 Juni 2012,diadakan Paruman Agung ke IX,Warga Bendesa Gerih,yang dihadiri oleh Ida Dalem Smaraputra,Penglingsir Puri Semara Pura Klungkung.Dalam Wejangan Beliau,mengatakan bahwa Warga Bendesa Gerih adalah Warih Ida Dalem Segening,kini Warga Bendesa Gerih tercatat warih ke IX di Puri Klungkung ,(bekas) Kerajaan Dalem.Dari segi Purusa,Warga Bendesa Gerih adalah Keturunan ida Dalem Segening,sedangkan dari pradana (ibu) Tangkas. kini Warga Bendesa Gerih dalam Paruman Agung ke IX,sepakat bahwa Warga Bendesa Gerih adalah Keturunan Ida Dalem Segening,dan bukan Arya Tangkas.Dan Pura Pedarman Warga Bendesa Gerih adalah di Pedarman Ida Dalem Segening di Klungkung dan Besakih.Titiang sebagai anggota Warga Bendesa Gerih sangat setuju,karena dalam prasasti Bendesa Gerih,Pangeran Sukahet adalah okan Dalem.Dengan demikian praktis kita bukanlah keturunan Arya Tangkas,yang selama ini digandrungi…..Semoga kita semua berbahagia karena Warga bendesa Gerih adalah Warih Dalem Segening.,Demikian sekilas info.Lengkapnya tanyakan Bli Yasa di Cengiling.

      • hyangsari says:

        Tiang ngaturang suksmaning manah antuk sharingnya pak cai.ketut utawi kibendesa.

  4. Kopral Jono says:

    suksme ats informasinya.

  5. made rai santika says:

    tolong jelaskan apakah pura kawitan tangkas kori agung di desa tangkas klungkung juga merupakan satu garis keturunan dengan bendesa tangkas kori agung pusat gerih.suksma infonya…

  6. Cai.Ketut says:

    SHARING…..Satu lagi informasdi akurat dari Buku Panduan Paruman Agung ke IX Warga Bendesa Gerih.
    ASAL USUL WARGA BENDESA GERIH
    VERSI 2012
    Warga Prati Sentana Bendesa Gerih Yang Berpusat di Gerih
    Bagian Dari Prati Sentana Sira Dalem Segening .
    Sebuah catatan Perjalan Memungkah Lawang di Pemedalan Agung,Puri Agung Klungkung,Dan Pura Pedarman Dalem Segening.

    Bermula dari diselenggarakannya Upakara Melaspas,Mendem Pedagingan,dan Ngenteg Linggih di Jroan Merajan Sari,yang diselenggarakan oleh penyungsung Merajan Sari Prati Shentana Mangku Gunung Agung,yang merupakan warih dari Prati Sentana Bendesa Gerih.Bertempat di Banjar Purwakerta Gerih,Abiansemal,Badung itu,dilaksanakan pada Hari Senin,14 Mei 2012. Uapacara itu cukup meriah karena dihadiri oleh seluruh prati shentana yang kini bermukin di : (a) Br.Kawan Seririt,Buleleng,(2) Desa Petemon Buleleng,(3) Desa Tegal Lenga Buleleng,(4) Desa Pulaki Buleleng dan tak kurang Jro Mangku Pura Melanting Pulaki juga pedek tangkil pada upacara tersebut,dikarenakan Jro Mangku Melanting adalah salah seorang dari Prati Shentana Meraja Sari Gerih,(5) Desa Sepang Rengdikit Buleleng. Jumlah Mereka tak kurang dari 500 orang prati shentana yang tangkil.

    Upacara terselenggara menjadi lain dari pada lain selama ini di lingkungan keluarga Prati Sentana Bendesa Gerih,karena di tengah-tengah pemedek yang meruah,hadir sosok Dalem Puri Semarapura.Beliau adalah keturunan langsung Ida Dalem Segening,Beliau Ida Dalem Semara Putra,penglingsir Puri Semara Pura, bersama Patih Beliau ( Sekretaris Pedharman Ida Dalem Segening). Belaiu “napak cokor” di Jroan Mangku Gunung Agung karena memenuhi undangan Pengelingsir Merajan Sari ,I Gde Bendesa bersama keluarga.Ida Dalem dengan wibawa raja Klungkung tempo dulu,beliau memberi wejangan kepada salah satu Pengelingsir Jroan Mangku Gunung Agung yang juga Ketua Umum Warga Prati Shentana Bendesa Gerih dengan disaksikan ratusan pemedek. Beliau bersabda bahwa,kehadiran beliau di Upacara itu,semata-mata karena adanya rasa subakti kepada “leluhur” Dalem Segening,yang telah menjadi kewajiban beliau untuk memelihara warisan leluhur dimanapun berada. Beliau juga baru menyadari bahwa,di Desa Gerih ini dulu telah bermukim keturunan Ida Dalem Segening,yang kini keturunan beliau adalah Prati Sentana Bendesa Gerih. Jagalah hubungan baik antara Puri dengan seluruh Prati Sentana Bendesa Gerih dimanapun berada,dan beliau telah mengakui dan yakin keberadaan Prati Shentana Bendesa Gerih adalah warih langsung Ida Dalem Segening. Ada peringatan beliau bahwa, setelah diakui sebagai warih Ida Dalem Segening janganlah serta merta merubah “kulit”,walaupun kewangsaan Prati Shentana Bendesa Gerih adalah ksatria. Tumbuhkan kepercayaan diri dan beramal dengan berbuat baik serta beprestasi tinggi di lingkungan masyarakat sekitarnya.Niscaya Ida Betara Kawitan akan memberi asung kerta wara nugraha.

    Selanjutnya suasana tambah meriah tatkala Ida Dalem menuju Merajan Sari untuk mendem pedagingan ring salah satu dari puluhan pelinggih yakni,Pelinggih Padmasana. Rasa syukur dan bahagia tercermin di wajah para pemedek,karena selama ini yang di cari bahwa, Prati Sentana Bendesa Gerih adalah warih Dalem baru diketemukan melalui mediator Merajan Sari (nemu gelang 14 Mei 2012).Selanjutnya setelah disuguhkan Tarian –tarian dan Boga Samatra,beliaupun minta diri dikarenakan menghadiri upacara serupa di Bangli dan kelak siapun dari Prati Sentana Bendesa Gerih yang mengundang Beliau,Beliau pasti akan hadir.
    Ada pesan Beliau agar Pengurus Pusat Warga Prati Shentana Bendesa Gerih,secepatnya tangkil ke Puri untuk membicarakan tata pelaksanaan penerimaan Prati Sentana Bendesa Gerih sebagai bagian dari warih Ida Dalem Segening,karena hal ini menyangkut tata cara organisasi Pedharman Ida Dalem Segening di Klungkung.Pengurus Pusat menerima pesan Beliau dengan rasa bakti yang tak terkira.
    Setelah upacara Piodalan di Merajan Sari berakhir,Pengurus Pusat mengundang Para Pengelingsir Warga dan sesepuh pengempon Pura Kawitan Prati Shentana Bendesa Gerih, tanggal 22 Mei 2012,jam 19.30….untuk hadir di Jaba Pura Kawitan Prati Sentana Bendesa Gerih, Pura Agung Dalem Bagendra Sari, temu wirasa sehubungan dengan pesan-pesan Beliau Ida Dalem Semara Putra dari Puri Klungkung. Malam itu jam 19.30,hadiran sangat antusias menanggapi sabda beliau untuk mendapatkan jalan keluar terbaik. Selama ini oleh pendahulu Warga,Prati Sentana Bendesa Gerih pernah mengakui Pedharman Pasek sebagai Pedharman Kawitan (1971-2000),perkembangan berikutnya sejalan dengan disatukannya keturunan Arya Kenuruhan,yang dicikal bakali oleh semeton Drs I Nyoman Suada yang bermula dari tulisannya tentang Bendesa Tangas Kori Agung Gerih di Majalah Warta Hindu Dharma (tahun 1969-1970).Maka terjadi perubahan lagi. Seluruh Prati Sentana ngaturan bakti di Pedharman Arya Kenuruhan (2005- ……). Dipenghujung tahun 2012 atas tuntunan Ida Betara Kawitan Prati Sentana Bendesa Gerih kini telah menemukan kembali dimana seharusnya Prati Sentana Bendesa Gerih subakti ring leluhur yakni di Pedharman Ida Dalem Segening,Jl.G.Semeru Link.Banjar Sengguan Kelurahan Semara Pura Kangin,Klungkung. Ada pendapat para sesepuh bahwa,selama ini warga hanya ngaturan bakti kepada lelulur “pradana”yakni menggunakan titel Tangkas (Ibu I Gst Ayu Sukahet,Babad Bendesa Gerih),sedangkan subakti kepada leluhur “purusa”sama sekali tidak pernah. Kini Prati Sentana menjajagi dimana leluhur “purusa’ yang sebenarnya. Ada beberada ciri yang menyatakan : Nama Pura Kawitan Prati Sentana Bendesa Gerih,adalah Pura Dalem Bagendra Sari ( prasasti Leiden,Belanda),Pura Panti sebenarnya bernama Pura Dalem Pangilen Sari (prasasti Leiden) Dari penelitian Bapak Prof.Howard Guru Besar Universitas dari Belgia menyatakan bahwa; Gedong Pura Bagendra Sari menunjukkan ciri-ciri Gedong Dalem dengan ciri bangunan dibangun pada abad ke 16 masehi (Penelitian tgl.1-21 Mei 1995 di Pura Bagendra Sari ). Darma tula menjadi panas,Mengapa nama Pura Kawitan diawali “Dalem”,dan ini menjadi topik pencarian “siapa sebenarnya ayah kandung I Gusti Pangeran Sukahet”.
    Pencarianpun dimulai,dengan membuka buku-buku sastra seperti Babad-babab yang menyangkut I Gusti Pangeran Sukahet warih Ida Dalem Segening. Ditemukan empat (4) versi Babad,dua menyatakan Pangeran Sukahet lahir dari bobot I Gusti Ayu Sukahet,permaisuri Ida Dalem Segening yang diserahkan kepada Ki Gusti Pangeran Tangkas. Para pengelingsir Warga ,Jro Mangku dan Pengurus Pusat Warga,berpendapat untuk meyakinkan itu perlu bertanya kepada Jro Demung yang ada di empat penjuru mata angin,agar hasil “mepinunas”dapat diyakini. Ditetapkan agar tgl 23 Mei 2012 mulai start menjajagi Jro Demung tersebut. Pagi hari rombongan yang terdiri 17 orang warga Prati Sentana Bendesa Gerih ,nunas bawos di Jro Demung desa Panglan,Kec Mengwi, Kab Badung dan atas petunjuk beliau, agar melanjutkan mepinunas ke Jro Demung Desa Teges,Kec Peliatan,Ubud,Gianyar.Karena belum tahu lokasinya rombongan diatar oleh suami Jro Demung Panglan. Pada Dasaran Jro Demung Teges diperoleh “bawos”yang menyatakan bahwa Prati Sentana Bendesa Gerih yang bergelar “Ki Bendesa Sakti” memang warih Ida Dalem Segening,walau diangkat anak oleh Pangeran Tangkas,tetap harus subakti kepada Ida Dalem Segening,karena beliau ayah kandung Pangeran Sukahet (Ki Bendesa Sakti). Jro Demung menyarankan agar tangkil ke Pura Pedharman Ida Dalem Segening yang “diamong” oleh keturunan Dalem di Puri Semara Pura Klungkung,dengan menghaturkan upakara Guru Piduka,Bendu Piduka,Suci Saji,Ajuman,Rantasan pada saat Piodalan Di Pura Pedharman Ida Dalem Segening, karena sudah 5(lima) setengah abad tidak pernah tangkil ring lelulur purusa. Ada bawos Jro Demung agar Prati Sentana Bendesa Gerih,secepatnya tangkil ke tiga Pura di kawasan Gunung Lempuyang,yakni Pura Segara Madu,Pura Sila Warna,Pura Batu Mecangcang,dan ketiga Pura ini perlu dicari karena merupakan saklar lampu dari sembilan saklar lampu yang ada di Pura Kawitan. Sampai kini baru diketemukan enam lampu menyala. Jadi kurang tiga lagi . Jro Demung “kelinggihan Ida Betara Kawitan,Ki Bendesa Sakti”selama3jamlebih. Maka kembalilah rombongan ke Desa Gerih jam 18.15,dan sampai di Jaba Pura Kawitan telah menunggu Jro Mangku Topeng dari Desa Sindu,lain warga.Kedatangan beliau membawa pesan.Pesan ini disampaikan sejak kemarin tgl 22 Mei 2012,melalui pewisik. Dan bersamaan dengan penyampaian pesan beliau menangis,dan tak dinyana sekujur tubuhnya menggigil karena dirasuki oleh “Ida Betara Kawitan”bertempat di balai Pemangku Ratu Hyang Ibu,…..sambil menangis Ida Betara Kawitan memaparkan kajian sejarah yang sebenarnya…mendekati Babad Bendesa Gerih, secara kronologis kedatangan beliau ke Desa Grih,karena disuruh Ida Dalem Segening mengamankan wilayah Tegal Lumbung dari penjahat,dan selanjutnya bermukim di Gerih.Beliau adalah putra suputra Ida Dalem. Pedharman Prati Sentana Bendesa Gerih adalah Pedharman Dalem,bukan yang lain. Dingatkan agar Prati Sentana Bendesa Gerih memelihara dengan baik Pura-Pura Kawitan seeperti : Pura Taman Pesiraman, linggih Batu Tued,dan Linggih Ida Kiyai Jagul Putih dan Kuning di Song Naung,Pura Kawitan Dalem Bagendra Sari,Dalem Pangilen Sari,Pura Taman Bagendra dan Pura Kayangan jagat yang telah dibangun oleh Ki Bendesa Sakti. Pura Kawitan berpusat di Gerih,tidak ada cabangnya dan tidak ada pusatnya lagi,serta harus disungsung oleh seluruh Prati Sentana Bendesa Gerih, apabila lupa akan kena larapati. Pembicaraan diakhiri dengan makan dupa menyala “apesel” kemudian setelah disuguhi segehan oleh Jro Mangku Gde Bendesa,Jro Mangku Topengpun sadar. Selang beberapa menit,Jro Mangku Topeng kembali “kerauan”,badannya menggigil,dan kembali berpesan agar tetap bakti ring Ratu Hyang Ibu,minta kesehjahteraan.Pada saat berbicara sekonyong-konyong badan beliau dililit oleh Naga yang besar dengan bersisikkan emas yang datang dari arah Pura Betara Kawitan,selama 35 menit badan beliau berbunyi gemeritik,sambil tertawa seperti Naga.Dan rebahlah beliau tidak sadarkan diri.
    Bersamaan dengan mapinunas di Jro Demung Teges,Jro Mangku Mrajapati Gerih,juga badannya dipinjam oleh betara kawitan (kerahunan) di area Batu Tued linggih Merajan Puri Ki Bendesa Sakti dekat Sungai Ayung. Adapun pesan beliau hampir sama dengan Jro Demung yang lain,namun ada piteket ,barangsiapa Prati Sentana Bendesa Gerih yang masih ragu akan kebedaraan Prati Sentana berasal warih Dalem,tinggalkan saja…. Betara Kawitan akan memberikan sangsi kelak dikemudian hari.
    Hari menjelang tengah malam,maka sampailah kepada kesimpulan,bahwa Prati Sentana Bendesa Gerih memang warih Ida Dalem Segening. Rembug sebentar maka disepakati bahwa,besok tgl 24 Mei 2012 Tim akan menghadap Ida Dalem Semara Putra. Ketua Pusat menghubungi pihak Puri memlalui telepon dan kebetulan Beliau Ida Dalem belum keperaduan. Dan Beliau berkenan menerima besok,tgl 24 Mei 2012 ,jam 11.00. Malampun beliau tetap menerima telepon kita dengan penuh antusias.
    Pagi jam 8.00 rombongan yang terdiri dari 20 orang telah berkumpul.Persiapan seperlunya,maka berangkatlah rombongan Prati Sentana Bendesa Gerih menghadap Ida Dalem Semara Putra di Puri Semarapura Klungkung. Rombongan tiba jam 10.46,dipimpin langsung Ketua Pengurus Pusat Prati Sentana Bendesa Gerih (Drs.I Ketut Sinartha,M.Sc).
    Rombongan diterima langsung oleh Patih Puri Klungkung,Anak Agung Betawi. Kami dipersilahkan menunggu sejenak di Pendopo Puri Semarapura Klungkung. Tepat jam 11.00 Ida Dalem berkenan menerima rombongan dengan penuh kekeluargaan.Beliau duduk bersama di lantai. Biasanya kalau ada arang yang menghadap beliau, beliau duduk di kursi Raja kata Patih Puri,selanjutnya pesan beliau Sang Maha Patih,tanyakan apapun yang mengenai keturunan warih Dalem.
    Ketua Rombongan mulai membuka dharmatula,tentang maksud kedatangan rombongan Prati Sentana Bendesa Gerih,dan mohom saran dan pendapat beliau tentang keberadaan Prati Sentana Bendesa Gerih. Waktu diserahkan sepenuhnya kepada Ida Dalem untuk memulai wejangannya. Beliau bersabda lamban dan kami mendengarkan dengan penuh rasa hormat. Selama 1,5 jam beliau memberi wejangan kepada rombongan pemedek. Kami sangat gembira dan sangat puas mendengar saran-saran beliau. Adapun Inti Wejangan Beliau adalah :
    1. Ida Dalem menyampaikan rasa terima kasih beliau kepada Pemuka Prati Sentana Bendesa Gerih,karena telah mengingat garis keturunan dari Purusa,dan beliau menerima Prati Sentana Bendesa Gerih sebagai keturunan Ida Dalem Segening.
    2. Beliau mempersilahkan untuk memulai subakti kepada lelulur Ida Dalem Segening,dengan mengingat kembali bahwa Pura Pedharman Prati Sentana Bendesa Gerih ,adalah Pura Pedharman Ida Dalem Segening.
    3. Jangan lupa sebelum ke Pura Pedharman Ida Dalem Segening ,juga ngaturang bakti di Pura Pemedalan Agung.
    4. Pura Pedharman Ida Dalem Segening ada dua (2) : Pusat Pedharman Idalem Segening ada diwilayah Puri,Jl.Gunung Semeru,Link.Br Sengguan,Kel.Semarapura Kangin Klungkung. Dan yang lain berada di Komplek Pura Besakih. Adapun Piodalanya sama dan jatuh pada Saniscara Wuku Wayang wara Keliwon.
    5. Setelah diterima sebagai warih keturunan Dalem,jagalah tata cara dalam prilaku bermasyarakat dan untuk sementara waktu janganlah “merubah warna kulit”.biarkan tetap sebagai Warga Prati Sentana Bendesa Gerih. Tunjukkan prestasi di masyarakat bahwa kita keturunan Dalem.
    6. Pura Kawitan Prati Sentana Bendesa Gerih berpusat di Gerih,Pura Pedharman Prati Sentana Bendesa Gerih adalah di Pura Pedharman Ida Dalem Segening di Klungkung dan di Area Komplek Pura Besakih.
    7. Agar secepatnya ngaturan upakara “pemungkah lawang “ seperti Suci Saji @ soroh,Pengambian @asohoh,ajuman @asoroh, rantasan putih kuning secukupnya.
    8. Piteket beliau,agar setiap Piodalan di Pura Kawitan Pusat Prati Sentana Bendesa Gerih ,nuhur tirta Pura Pedharman Ida Dalam Segening,begitu pula apabila dipekubon disuang-suang Warga Prati Sentana Bendesa Gerih ,ngaturan upakara jelih,hal ini dikandung maksud agar Ida Betara Leluhur memberi restu keselamatan dan kesejahteran,disamping mempererat hubungan yang telah terputus 5,5 abad yang lalu.
    9. Apabila diperlukan dalam upacara yang diselenggarakan oleh Prati Sentana Bendesa Gerih,mengundang Beliau Ida Dalem,diperbolehkan dan beliau pasti akan hadir.
    10. Jangan lupa “ngaturang bakti’ ring lelulur Pradana (Ibu ) di Kawitan Tangkas kori Agung minimal 10 tahun sekali.
    Demikianlah hasil kesimpulan “petuah” Beliau kepada rombongan,dan angota rombonganpun merasa sangat puas dan sangat pas.Kini teka-teki itu terjawablah sudah.Berbahagialah seluruh Prati Shentana Bendesa Gerih,bahwa perjuangan kita selama ini telah berbuahkan hasil.Mari kita terima dan sikapi dengan penuh kesadaran dan yakini,serta kemudian mari kita terapak dalam kehidupan bermasyarakat.Terjawab pulalah sudah atas pertanyaan Prati Shentana apabila di desa ada upakara ngaben “ngerit” Warga Prati Sentana Bendesa Gerih,berada dimana ? Jawabanya adalah di lingkungan wangsa “Ksatria Dalem”
    Setelah menghadap Ida Dalem Para Pengelingsir Warga Pengempon Pusat,bersama Pengurus Pusat tgl.24 Mei 2012,rombongan mulai mengadakan pertemuan, sehubungan dengan upakara “memungkah lawang”. Dan diputuskan akan mengadakan upakara tersebut pada hari manis piodalan di Pura Pedharaman Ida Dalem Segening yang kebetulan jatuh pada Hari Minggu,27 Mei 2012. Sedangkan puncak Piodalan tgl.26 Mei 2012.
    Minggu pagi tanggal 27 Mei 2012,hujan turun dengan lebatnya.Sebagaimana telah diputuskan oleh Pengurus Pusat bahwa, hari Minggu,27 Mei 2012 rombongan Pengempon Pura Kawitan Pusat Prati Sentana Bendesa Gerih akan melaksanakan upakara “Pemungkah Lawang sebagai tanda diterimanya Warga Bendesa Gerih Yang Berpusat di Desa Gerih sebagai bagian dari keturunan Dalem dan merupakan Prati Sentana Sira Dalem Segening”” sebagaimana yang telah dipiteketkan oleh Ida Dalem. Tidak kurang 89 orang pemedek sudah siap dengan diawali ngaturan bhakti ring Ida Betara Kawitan dibawah guyuran hujan,nunas swecan Ida agar pelaksanaan upakara nanti berjalan lancar.Rombongan berangkat tepat jam 7.30 pagi. Di bawah kucuran hujan lebat rombongan berangkat dengan menggunakan transport tidak kurang 9 buah mobil meluncur ke Semarapura, satu diantaranya trek langger.Upakara akan dilaksanakan di dua lokasi.Pertama upakara “mungkah lawang “di Pemedalan Agung,tempat yang disakralkan sebagai tempat lahirnya para raja Klungkung. Kedua di Pura Pedharman Ida Dalem Segening.
    Kami sampai di Pemedalan Agung Puri Semarapura,yang bertempat di komplek daerah wisata “Kertagosa”Klungkung. Pada saat itu datang pula tangkil Prati Sentana Bendesa Gerih dari Desa Pacung Gerana ikut bergabung bersama kami.Hujan belum juga berhenti.Menunggu sebentar,maka datanglah Jro Mangku Pemedalan Agung Ida Anak Agung Rai,diantar oleh Sekretaris Puri Semarapura Anak Agung Betawi. Kami diterima dengan penuh kekeluargaan,beliau minta maaf tidak dapat mendampingi rombongan dalam acara “pemungkah lawang”dikarenakan beliau akan memimpin paruman Pengurus Pedharman Ida Dalem Segening,di Jaba Pura Pedharman Ida Dalem Segening. Kami sangat gembira dan mengucapkan syukur kepada beliau Betara Kawitan yang telah menuntun kami sampai pada upakara tersebut.Kalau tidak ada tuntunan Beliau di Niskala duh kapan kami bisa melaksanakan upakara “pemungkah lawang” yang menurut kami sangat langka ini.Uduh Dewa Ratu ! Hujan masih turun. Atas kesepakatan rombongan upacarapun dilangsungkan di bawah guyuran hujan rintik-rintik.Upakara berjalan hikmad,Ida Jro Mangku A.A Made Rai memimpin upacara itu di bawah naungan payung yang dipegang oleh salah seorang rombongan berjalan lancar tak kurang suatu apa. Kami semua basah kuyup,namun hati tetap bahagia karena baru sekarang kami bisa ngaturan bakti secara langsung.Setelah nunas tirta Ida Betara ,upakarapun telah usai. Ajaib,begitu upakara selesai Sang Hyang Rawi memperlihatan wajahnya dengan ceria. Ada ciri yang disampaikan oleh Ida Jro Mangku, bahwa hujan tadi pertanda Ida Para Lelangit Kerajaan Semarapura telah berkenan menerima bakti Prati Sentana Sira Dalem Segening. Beliau Berpesan agar kami melaksanakan upacara serupa nanti di Pura Merajan Dalem Pemayun di komplek Pura Dasar Bhuwana, dan terakhir di Merajan Agung Dalem Segening di Komplek Puri Semarapura. Kamipun menyanggupi akan melaksanakan upakara serupa di tempat tersebut. Komplek Gedung Kertagosa mulai didatangi para turis,ramai sekali.Kami tersenyum bangga sebagai ketururan Prati Sentana Sira Dalem Segening menyambut hari yang bersejarah ini dengan gembira.
    Rombongan bergegas menuju Pura Pedharman Ida Dalem Segening, yang letaknya di arah timur laut Kertagosa.Kami sampai di tempat tujuan dengan selamat. Setelah Pengurus mengadakan lobi-lobi dengan Ida Jro Mangku Ida Cokorde Rai ,salah seorang Jro Mangku Pura Pedharman yang bertugas hari itu, beliaupun memberi beberapa petunjuk.Kami diterima dengan penuh kekeluargaan. Beliau bersyukur bahwa Prati Sentana Bendesa Gerih telah mengingat lelulur yang patut di subaktikan. Dan ciri berikutnya adalah Jro Mangku dari Rombongan Desa Gerih langsung kesudi “ngayah”di Pedharman. Duh Ratu Sang Hyang Widi,engkau telah mempertemukan kami dengan leluhur kami yang sebenarnya,setelah pencarian lima setengah abad lamanya.Kami disapa oleh para semeton Prati Sentana Sira Dalem Segening sejebag Bali dengan kerinduan yang mendalam. Ngiring tunjukkan bakti ring Ida Lelangit yang pernah memerintah Pulau Bali dijaman dulu kala,begitulah sapa para semeton Prati Sentana Sira Dalem Segening yang sama-sama pedek tangkil ngaturang bakti.Kami berlinang air mata karena bahagia. Disinilah tempat pemujaan,ngaturan bakti ring Yayah “Purusa”yang selama ini kami cari.
    Kami mempersiapkan upakara “pemungkah lawang” yang kedua kalinya,majeng ring Ida Betara Sane Melingga Melinggih Ring Pedharman Ida Dalem Segening.Upakara berjalan hikmad dan disaksikan oleh para semeton Prati Sentana Sira Dalem Segening yang saat itu bersama-sama ngaturan bakti. Walaupun memakan waktu yang cukup lama,namun para pemedek yang lain dengan setia menunggu acara kami berlangsung sampai selesai.Sungguh suatu keniscayaan bahwa kami telah menemukan leluhur yang telah melahirkan para Prati Sentana Bendesa Gerih. Pukul 13.15 upacara “pemungkahg lawang” selesai. Kami bersama-sama ngaturang bakti ring Ida Lelulur di Pedharman Dalem Segening bersama-sama Prati Sentana yang lain. Setelahg nunas tirtan Ida Betara, kamipun kembali mengadakan lobi-lobi dengan Ida Jro Mangku Cokorde Rai. Beliau sangat bahagia,karena Prati Sentana Bendesa Gerih telah berada di jalur yang tepat,untuk mengadakan subakti ring leluhur “Purusa” Ida Dalem Segening. Beliau berpesan agar upakara berikutnya segera dilaksanakan. Kamipun kembali menyanggupi.Kami mohon diri dan rombongan beristirahat sejenak dengan mengambil tempat di Wantilan Pura Taman Sari komplek Pura Pedharman. Rombongan mengakui telah merasa “ploong”.Kini pencarian telah diketemukan semoga Ida Sang Hyang Widi Asung Kerta Wara Nugraha sepanjang masa. Warga Bendesa Gerih Pusat Gerih adalah bagian dari Prati Sentana Sira Dalem Segening, dimanapun semeton bermukin jangan lupa ngaturang bhakti Ring Pura Pedharman Ida Dalem Segening. Kami telah “membuka lawang” selanjutnya agar para semeton Prati Sentana Bendesa Gerih memelihara keyakinan dan bhakti ini dengan penuh kesadaran yang mendalam. Walaupun Ida Betara Kawitan Nyibeb Wangsa,mari kita bangun kembali Prati Sentana Bendesa Gerih ini,dengan bersatu di bawah payung Prati Sentana Sira Dalem Segening yang Berpusat di Desa Adat Gerih.Kita yakin matahari telah kembali bersinar cemerlang dari stana beliau.
    Gerih,22 Mei 2012
    Pengurus Pusat Warga Bendesa Gerih
    Drs.I Ketut Sinartha,M.Sc

  7. I Made Rai Santik says:

    Suksma atas penjelasannya..pertanyaannya berarti pura kawitan pusat apakah di tangkas klungkung???

    • hyangsari says:

      Pang ten tiang iwang menjelaskan sapuniki: Menurut sumber yang tiang dapatkan dan dari silsilah yang saya buat berdasarkan sumber tersebut Pura tangkas gelgel diklungkung itu didirikan oleh Arya Kanurahan, dimana beliau mendirikan tiga pura diperuntukan pada ketiga putranya Putra I (Barangsinga), Putra II (Arya Tangkas) dan Putra III (Pegatepan). Jadi pura di tangkas diklungkung itu untuk Arya Tangkas, yang tentu harus juga disungsung oleh preti sentananya, namun cucu dari Kitangkas yakni Pangeran Sukahet inilah yang ke Badung (Gerih) dan selanjutnya mendirikan pura di Gerih. Namun jika harus ditarik kesimpulan mana yaang menjadi pusat tentu bisa ditarik persepktif dari keterangan ini, namun ibaratnya ketika kita sebagai anak kemudian mampu membangun rumah tentu juga harus membuat sanggah minimal sanggah kemulan, sanggah surya, penunggun karang dan tugu depan rumah. Namun ketika ada piodalan dirumah atau disanggah orang tua kita tentu kita juga harus ngaturang bakti disana. Inti sesungguhnya semakin banyak kita ngaturang sembah bakti semakin banyak juga yang melindungi kita. Dengan kata lain boleh kita menarik kesimpulan bahwa pura ini adalah pusat namun jangan sampai meninggalkan pura yang lain yang sebelumnya kita selalu mengaturang bakti. Mungkin begitu penjelasan kami, mohon maaf jika ada salah kata dan suksma atas kunjungannya pak Made Rai Santik, suksma.

    • Cai.Ketut says:

      Asthungkara …semeton Bli I MADE RAI SANTIK….nawegan pisan titiang nyawin.pitaken..dane.Pura Pusat Tangkas Klungkung wanteh Pura PUSAT Warga Tangkas Kori Agung.WARGA BENDESA GERIH tidak pernah mengarahkan warganya ke Pura Tangkas Kori Agung.WARGA BENDESA GERIH,HANYA BERPUSAT DI DESA GERIH,dari dulu dan sekarang.Cingak kop surat …WARGA BENDESA TANGKAS KORI AGUNG PUSAT GERIH……Warga Bendesa Gerih hanya berpusat di desa GERIH,tidak di tempat lain.Ini pola pikir dasar.Kalau banyak WARGA bendesa Gerih ke Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung di KLUNGKUNG,ITU karena mengembangkan keyakinan mereka ‘mirib disini Pusat KAWITAN ” Nah pemikira titiang dari dulu titiang tak pernah kena pengaruh seperti di atas,krn titiang yakin PANGERAN SUKAHET adalah putra sejati dari IDA DALEM,prasasti BENDESA GERIH MENYATAKAN ITU.DAN KINI PENGURUS PUSAT TELAH MENEMUKAN PURA PEDARMAN WARGA BENDESA GERIH RING KOMPLEK PURI KLUNGKUNG.DAN BUKAN PURA PUSAT KAWTITAN WBG,PURA PUSAT KAWITAN WBG WANTAH DI GERIH,DAN TIDAK ADA DI TEMPA T LAIN, nawegan pisan titiang hanya sering.AKEH SANE SALAH KAPRAH, PANGERAN SUKAHET BUKAN PUTRA TANGKAS.JULUKAN BENDESA TANGKAS KORI AGUNG HANYALAH JABATAN SEBAGAI AKUWU DI TEGAL LUMBUNG……ampura ping banget …..

  8. Suasta Sabrang Wetan says:

    Swastiastu,
    Saya ingin menanyakan tentang informasi yang agak simpang siur tentang pura Kawitan dan Padharman dari warih Bendesa Tangkas Kori Agung Gerih. Dari beberapa informasi yang saya dapatkan, ada yang mengatakan bahwa pura kawitan pusat itu bukan di desa Gerih Mambal Badung melainkan di Pura Tangkas Klungkung, kemudian untuk pehdarman yang di Besakih ada yang mengatakan langsung di pura Padharman Arya Kanuruhan ada pula yang mengatakan di Pura Padharman Dalem Klungkung. Hali ini membuat saya agak sedikit bingung, kemudian waktu ini ada sebuah surat edaran yang diberikan oleh pengurus pusat Kawitan di Gerih bahwa mulai saat ini, para Warih Bendesa Tangkas Kori Agung TELAH diakui sebagai salah Satu Warih Dalem Klungkung setelah menjalani uji spiritual, karena dalam sejarah memang termuat dalam sejarah bahwa Ida Batara Kawitan merupakan Putera Ida Batara Dalem yang dianugrahkan kepada Pangeran Tangkas. Mohon penjelasnya, agar kami yang masih muda-muda ini mendapatkan pencerahan sehingga kedepannya tidak tersessat dalam situasi pemahaman yang menyesatkan.
    Suksema.

    • hyangsari says:

      Hal ini sudah kami bahas pada postingan sebelumnya, tapi satu hal yang perlu kami garis bawahi bahwa kawitan pusat atau bukan jangan jadikan suatu masalah yang menghambat keyakinan kita, dalam salah satu postingan ada warga yang meninggalkan kawitan lama karena tahu kawitan pusat, akibatnya beberapa tahun kemudian mereka kembali karena adanya penyakit yang sulit diobati, mungkin ini hanyalah contoh kecil. Yang terpenting adalah kita melakukan persembahyangan dengan ketulusan hati dan ingat semakin banyak kita berdoa, kita bersembahyang, kita memuja dewata dewati semakin banyak yang melindungi dan menjaga keselamatan kita. Mungkin begitu yang dapat kami sampaikan. Suksma atas kunjungannya.

  9. Untuk lebih jelas ttg sejarah Tangkas Kori Agung sebaiknya juga membaca Babad Arya Kanuruhan yang telah dicetak berdasar hasil diskusi yang panjang. Setahu saya, Bendesa Tangkas Kori Agung adalah salah satu cucu dari Pangeran Tangkas Kori Agung. Benar bahwa Pangeran Tangkas Kori Agung adalah keturunan biologis dari Dalem Kelungkung yang diberikan kepada keluarga Tangkas. Namun karena sudah diadopsi secara sah oleh Kiyayi Tangkas, maka Pura Kawitannya akan mengikuti garis Keluarga Tangkas yg merupakan bagian dari trah Sira Arya Kanuruhan.

  10. Putu Kilis says:

    Swatiastu semeton sami,

    Dmana ty dapat download dari sejarah bendesa gerih ?

    Mohon petunjuknya ngih,

    Suksma,

  11. made_buje says:

    om swstystu…..
    sebelumnya tyg memperkenalkan diri, nama made buje astrawan asal Desa Kalianget, Kec. Seririt, Singaraja. Keluarga besar merajan tyg saat ini masih sering berdebat mslh Kawitan,. Nama keluarga besar di merajan BENDESA MAS, namun para pengelingsir tyg saat ini menyatakan bahwa Kawitan tyg di Bendesa Tangkas Kori Agung pusat Gerih, abiansemal – Badung dan sampai sekarang tyg sekeluarga sdh sering tangkil ke Pura Kawitan Bendesa Gerih, namun ada beberapa yang meyakini bahwa Pura Kawitan tyg berada di Pura Taman Pule di Mas gianyar. Apakah nama BENDESA MAS merupakan preti sentana dari Bendesa Tangkas Kori Agung Pusat Gerih?? dan apakah ada dokumen berupa silsilah penyebaran preti sentana Bendesa Gerih di seluruh wilayah Bali hingga saat ini?? mhon penjelasannya agar kami generasi muda punya pegangan tentang Kawitan,.. suksma pak
    Om Santi Santi Santi Om

    • hyangsari says:

      Masalah sastra yang pasti benar 100% mungkin belum bisa atau belum pasti ditentukan mengingat dijaman dulu belum seperti sekarang ini berkembang pesat. Namun yang pasti banyak sekali yang tahu kawitan baru terus meninggalkan kawitan lama, yang terjadi kemudian mereka sakit keras dan tak sembuh. Jadi yang bisa kami sarankan jangan sampai meninggalkan kawitan lama, jika tahu kawitan baru, boleh sembahyang disana dengan tetap sembahyang dikawitan lama. Sukma. Ampura yening wenten iwang antuk tiang.

  12. nengah giri emas says:

    salam kenal,,niki tiang warga bendesa tangkas kori agung ring desa giri emas singaraja,,suksma antuk info ida dane sareng sami,

  13. NYOMAN SUKARTA says:

    suksma…prati sentana KESATRIA DALEM SAGENING,,

  14. agung says:

    suksma

  15. agung says:

    om suastiastu…….
    mhn maaf seblmny krn sy awam, tp sdkt tidaknya inti dr pembahasan kali ini bernilai positif dan berguna bagi kita pr kerurunan Bendesa Tangkas Kori Agung khsusnya kami org awam yg pd dasarnya sm2 memiliki niat yg sm dgn “semeton titiang sareng sami” yakni subakti kpd leluhur. ibarat kita berbakti kpd org tua yg tlh berjasa melahirkan, merawat dan memuliakan kita dgn sgl kemampuanya shg skrg kita ada dan bisa jd pribadi yg sehat, mandiri dan sukses. suksma……
    om santi santi santi om…….

  16. pan reno says:

    titiang warga bendesa gerih merasa terusik dan tidak nyaman dengan adanya beberapa keputusan pengurus besar yang tidak saling sejalan. Satu contoh pengurus terdahulu menginstruksikan seluruh warga bahwa pedharman bendesa tangkas kori agung pusat gerih setelah di gerih adalah di padharman arya kanuruhan di besakih setelah memisahkan diri dari mgpssr. sekarang menjadi warih dalem sagening berdasarkan uraian sebelumnya. agar kami warga tidak menjadi bingung karena selalu terjadi perubahan, mohon :
    1. pengurus sebelumnya dan sekarang menyatukan langkah dan pikiran agar perubahan tersebut tidak menimbulkan kontradiksi dan terkesan masing-masing era kepengurusan mempunyai program dan kesimpulan sendiri-sendiri;
    2. agar meyangkut pura padharman yang selalu berpindah-pindah, tidak diputuskan begitu saja, perlu pengkajian dan pemikiran yang matang sehingga setelah diputuskan dengan berbagai pertimbangan, tidak terjadi perubahan lagi kecuali ada bukti sejarah baru;
    3. dalam melihat silsilah keturunan, hendaknya juga mempertimbangkan dan menyelaraskan keberadaan warga lain yang terkait mengingat sejarah/keturunan bendesa gerih tidak berdiri sendiri dan masih ada kaitan dengan warga bendesa/arya lain yang memakai sumber keturuan sama (bendesa/arya tangkas/kori agung).
    3. sebagai contoh, semua warga yang memakai nama tangkas/kori agung memiliki sumber sejarah yg sama yaitu berpangkal dari diberikannya istri dalem yg sedang hamil kepada pangeran tangkas untuk dijadikan istri yang kelak anak yng lahir dari istri dalem itu nanti melanjutkan trah tangkas agar tidak putung.
    4. agar penentuan warih baik itu tangkas (kori agung, dalem sagening, kanuruhan) maupun yg lain juga mempertimbangkan akal sehat/ logika, fakta, sejarah intern dan ekstern tidak semata-mata berdasarkan niskala.

  17. komang says:

    tapi menurut tyang,,,,saat istri dalem di peristri Gusti Tangkas apakah beliau juga mengupacarai atau mengakui calon anak yang dikandung istrinya sebelum nikah sebagai penerus sentana Gusti tangkas,,,,,tolong dijelaskan,,,,trimss

  18. pan reno says:

    Maaf, saya tidak ada kompetensi karena pengetahuan saya hanya dapat dari literatur yang belum tentu juga kebenarannya, diantaranya sbb. : setelah anak satu-satunya (tangkas dimade) terbunuh ………Hai kamu Pangeran Tangkas, janganlah karena kejadian tersebut engkau menjadi sedih, karena hal tersebut sudah berlalu, dan tidak akan bisa kembali lagi, lupakanlah itu semua! Akan telapi untuk meneruskan keturunanmu itu agar Tangkas jangan menjadi lenyap, maka kini aku akan memberikan kepadamu seorang istriku yang sedang hamil, dan umur kandungannya baru 2 ( dua ) bulan, istriku inilah engkau harus ambil, untuk meneruskan keturunanmu. sehingga keturunan Tangkas tidak putus akan tetapi ada yang ku minta kepadamu adalah ‘:
    1. Janganlah kamu menghilangkan (anyapuh) persanggamaan yang telah dilakukan olehku sendiri !
    2. Apabila anak itu telah lahir kemudian, maka anak tersebut kamu beri nama dan panggil dengan nama Tangkas Kori Agung ‘ …………. Karena hal ini merupakan perintah Sang raja, maka istri raja kemudian diambil oleh Tangkas, lalu di bawa ke Kertalangu Badung, dan sampai di Badung, maka diadakannya suatu upacara perkawinan yang sangat besar, dengan mengundang banyak keluarga; ……………….Di dalam beberapa sumber menyebutkan bahwa istri raja yang dianugrahkan kepada Kiyayi Tangkas pada masa mudanya bernama Ni Luh Kayu Mas, yang berasal dari keluarga Bendesa Mas. Lahirlah putra raja yang bernama Tangkas Kori Agung di tengah – tengah keluarga Tangkas, maka secara biologis beliau adalah putra raja atau putra dalem. Akan tetapi secara adat, beliau adalah pewaris langsung dari keluarga Tangkas. dst.
    Demikian dapat saya jelaskan sesuai yg saya dapat dari beberapa sumber. Jika anda mempunyai sumber yang lebih valid dan akurat serta lebih masuk akal, mohon dapat membantu saya untuk mengurangi keraguan saya terhadap hal ini. Terima kasih.

  19. kebo anabrang says:

    Berbicara sejarah tentu harus ada amgka tahun yang pasti, setidaknya tertuang dalam prtasasti. Dan prasasti biasanya ditulis di lempengan tembaga atau batu. Babad merupakan info untuk menelusuri keberadaanb sejarah. Jadi babad bukan merupakan bukti otentik karena kebenarannya harus masih dikaji. Cobalah runut angka tahunnya. Tahun berapa dalem sagening memerintah. Tahun berapa Pangeran Sukehet diutus ke Gerih. Saran saya, bandingkan dengan babad jatuhnya pemerintahan Wang Bang Pinatih di Kertelangu. Versinya hampir mirip dengan keberadaan Arya Tangkas yang menurunkan Pangeran Tangkas di Kertelangu. Dalem Sagening “menghibahkan” istrinya yang hamil kepada Arya Tangkas kemudian lahir anak bernama Pangeran Tangkas Kori Agung. Apakah dalam kurun waktu yang sama, Dalem Sagening melepas dua istrinya sekaligus. Karena istri yang dihibahkan, menurut versi babad arya tangkas, adalah keturunan bendesa mas sehingga menurunnkan salah satu anak bernama Bendesa Tangkas Kori Agung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s