Babad Paibon Hyang Sari Ungasan

Menurut tanggal yang tertera di kori masuk kepura yaitu 14 September 1960, di pastikan bahwa kori itu didirikan pada tanggal yang bersangkutan namun pada saat tersebut pura paibon sudah berdiri secara lengkap. Lalu kapan Pura Paibon didirikan?. Siapa pendirinya?,  masih menjadi tanda tanya yang harus dikaji dan ditelususri jawabannya.

Namun dari peninggalan 2 sekenem yang ada dilingkungan paibon, diperkirakan Pura Paibon ini didirikan 2 saudara kandung minimal itu yang bisa disimpulkan oleh Bapak Wayan Purja dan Ni Made Nyimprig yang dianggap sebagai salah satu pengelingsir di Paibon ini.

Mengenai kapan berdirinya tentu ini berkaitan erat dengan berdirinya Desa Ungasan, yang mana ketika awal berdirinya sebuah Desa tentu harus mempunyai kayangan tiga, minimal itu yang menjadi syarat sehingga suatu tempat bisa dikatakan sebagai desa pekraman. Dengan berdirinya kayangan tiga akan diikuti oleh pendiriaan paibon-paibon dari keluarga yang menempatinya.

Paibon Hyang Sari Ungasan diperkirakan didirikan sedikit-demi sedikit. Sesuai dengan ajaran agama hindu setiap kepala keluarga bila mempunyai suatu rumah haruslah ada sanggah-sanggah sebagai berikut:

  • Padmasari: merupakan pelinggihan  Shang Hyang Sambhu, yang berfungsi untuk menyinari sanggah-sanggah yang lainnya (padma ini tidak setiap KK harus ada hanya untuk KK yang tertentu yang diminta oleh para leluhur).
  • Sanggah Kemulan: merupakan sanggah pelinggihan para leluhur, yang mempunyai 3 ruang atau rong telu, berfungsi ketika suatu keluarga mencari pengupa jiwa, agar bisa berjalan dengan lancar.
  • Taksu: merupakan pelinggihan leluhur istri.
  • Pengelurahan: merupakan pelinggihan dewa pengelurahan, yang didalam mercepada ini seperti kesinoman, berfungsi untuk menyampaikan berita dari kahyangan kepada para leluhur yang berstana disanggah yang bersangkutan.
  • Piyasan: merupakan pesambyangan ida betara atau leluhur ketika pulang dari melelancaran.
  • Penunggun Karang: merupakan tempat berstananya penunggun tanah dimana bangunan rumah yang didirikan, berfungsi untuk memhormati para penunggun tanah agar kita tidak diganggu, sehingga kita bisa hidup tenang atas lindungannya.
  • Sanggah penghijeng: merupakan tempat berstanya empat saudara manusia yaitu: Anapati, Mrajepati, Banaspati, dan Banaspatiraja. Berfungsi untuk melindungi kita dan menjaga kita dari segala marabahaya.

Diperkirakan Paibon Hyang Sari tercipta oleh dua orang leluhur yang bersaudara kandung yang mendirikan sanggah seperti diatas. Karena perkembangan yang membuat garis keturunan semakin lama semakin banyak yang pada akhirnya, semua pretisentana beliau harus menjadi pengempon sanggah-sanggah tersebut. Kemudian sanggah-sanggah tersebut menjadi Paibon.

Pada tahun 1963 diadakan pengeritan (Ngaben Masal) I  dan diadakan karya memungkah pada Paibon ini tercatat hanya ada 7 KK yang melaksanakannya yaitu: Kak Kleneng, Kak Kayit, Kak Meji, Kak Yasa, Kak Mas (labuan sait), Kak Krinting  (labuan sait), 1 KK dari Pecatu Delod Tukad. Pada waktu itu sanggah di Paibon sudah lengkap.

Sampai saat ini Pura Paibon Hyang Sari Ungasan sudah 3 kali mengalami perbaikan.

Odalan di Pura ini dilaksanakan setiap 6 bulan sekali oadalan ngencak, dan setahun sekali odalan ngebek yaitu pada hari Minggu, empat hari setelah Galungan.

Oleh: I Wayan Arjawa, ST.



This entry was posted in Babad Paibon Hyang Sari and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s